Selasa, 28 Januari 2014

Teknik Pemeriksaan Soft Tissue Cervical



       I.            Tujuan Pemeriksaan
Untuk mengetahui jaringan pada cervical secara radiografi dengan proyeksi lateral dan menggunakan teknik soft tissue.

    II.            Dasar Teori

·         Teknik radiografi soft tissue dapat diaplikasikan pada seluruh tubuh termasuk jaringan superfisial, kecuali pada tulang.
·         Teknik ini membutuhkan eksposi yang berbeda dari teknik radiografi yang biasa dilakukan pada umumnya.
·         Teknik ini dapat menghasilkan densitas dan kontras jaringan yang rendah dengan berbagai perubahan yang terjadi pada organ yang dikehendaki.
·         Kadang-kadang digunakan untuk mengetahui adanya fistel pada suatu saluran atau Pemilihan kVp dalam teknik radiografi soft tissue sebaiknya bervariasi dalam kondisi penyinaran yang rendah. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan perbedaan kontras jaringan dari yang rendah sampai yang tinggi seperti tulang, udara, yang memiliki berbagai tingkatan kontras subyek.
·         Eksposi yang mencukupi merupakan hal penting untuk memastikan bahwa struktur organ yang diperiksa dapat direkam dengan kontras yang baik (Clark, 1997)
·         Pada teknik ini terdapat kecenderungan terjadi underexpose. Hal ini ditandai dengan gambaran jaringan lunak yang memiliki densitas yang rendah.
·         Peristiwa ini terjadi karena tingkat penghitaman jaringan lunak menggunakan 15 kVp lebih rendah dibandingkan faktor yang digunakan pada tulang (Clark, 1979)

 III.            Anatomi
- soft tissue cervical
- Cervical 1-7
- proc. Styloideus
- mandibula
- os. Occipital
- zygaphopiseal joint

 IV.            Indikasi Pemeriksaan
-          Corpus alienum
-          Rupture

    V.            Teknik Radiografi
Keset : Kaset yang digunakan dalam proyeksi ini yaitu kaset dengan ukuran 8×10 inchi (18x24cm) memanjang
Posisi pasien : Tempatkan pasien dalam posisi lateral yang benar, baik duduk atau berdiri, di depan perangkat grid vertikal.
Posisi objek : Posisikan pasien agar dekat dengan perangkat grid vertikal untuk memungkinkan bahu yang dekat bersandar terhadap perangkat sebagai dukungan. (Proyeksi ini dapat dilakukan tanpa menggunakan grid). Putar bahu anterior atau posterior sesuai dengan kyphosis alami vertebra. Sesuaikan bahu agar terletak dalam bidang horizontal yang sama, tekan sebisa mungkin, dan imobilize dengan memasang satu karung pasir kecil ke pergelangan tangan masing-masing. Karung pasir harus dari bobot yang sama. Hati-hati dan pastikan bahwa pasien tidak mengangkat bahu. Tinggikan dagu sedikit, atau pasien menjulur mandibula untuk mencegah superimposisi ramus mandibula dan tulang belakang. Pada waktu yang sama dan dengan bidang midsagittal kepala vertikal, mintalah pasien untuk melihat terus di satu tempat di dinding. Bantuan ini mempertahankan posisi kepala.
Central ray : Horisontal dan tegak lurus terhadap C4. Dengan pemusatan seperti, garis yang diperbesar dari bahu terjauh dari CP yang akan diproyeksikan di bawah tulang leher bawah.

Faktor Eksposi :
            kV       : 50 kV
            mA      : 200 mA
            s           : 0,1 s
Struktur ditunjukkan : Gambar yang dihasilkan menunjukkan proyeksi lateral soft tissue cervical, lima bawah sendi zygapophyseal, dan prosesus spinosus. Tergantung pada seberapa baik bahu dapat ditekan, sebuah proyeksi lateral yang baik harus mencakup C7, kadang-kadang T1 dan T2 juga dapat dilihat.

Kriteria Evaluasi
Berikut ini perlu dibuktikan dengan jelas:
  • Tampak soft tissue dari cervical
  • Tidak tampak detil pencitraan dari ketujuh cervical
  • Leher diekstensikan sehingga mandibula tidak tumpang tindih atlas atau axis.
  • Tampak superposisi atau hampir superimposed dari mandibula.
  • Tidak ada rotasi atau kemiringan cervical spine yang ditunjukkan oleh sendi zygapophyeal yang terbuka.
  • C4 di tengah radiograf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar