Sabtu, 25 Januari 2014

PERUBAHAN PERILAKU MENURUT :

ROBERT KWICK
Perubahan perilaku merupakan hal yang terpenting untuk membentuk kepribadian seseorang. Bentuk-bentuk perubahan perilaku sangat bervariasi, sesuai dengan konsep yang digunakan oleh para ahli dalam pemahamannya terhadap perilaku.
Robert Kwick (1974) seorang ahli dalam pemahamannya terhadap perilaku menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Robert Kwick memaparkan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku seseorang dari berbagai sisi kehidupan masyarakat
Robert Kwick menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat di pelajari, dapat dilaksanakan langsung secara praktik dan melalui tahapan proses belajar. Perilaku dapat dilihat dari segi kehidupan sehari – hari dan sikap mempengaruhi terbentuknya perilaku. Perilaku tidak sama dengan sikap. Sikap adalah hanya suatu kecenderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu objek dengan suatu cara yang menyatakan adanya tanda – tanda untuk menyenangi atau tidak menyenangi objek tersebut. Sikap hanyalah sebagian dari perilaku manusia sedangkan perilaku hanyalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan tetapi sikap mempengaruhi perilaku seseorang.
 Di dalam proses pembentukan atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor intern dan faktor ekstern individu itu sendiri. Faktor – faktor tersebut antara lain susunan saraf pusat, persepsi, motivasi, emosi, proses belajar, lingkungan, dan sebagai nya. Susunan saraf pusat memegang peranan penting dalam perilaku manusia, karena merupakan sebuah bentuk perpindahan dari rangsangan yang masuk menjadi perbuatan atau tindakan.

Perubahan – perubahan perilaku dalam diri seseorang dapat di ketahui melalui persepsi
  – persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui panca indera. Setiap
  orang mempunyai persepsi yang berbeda, meskipun mengamati terhadap objek yang
 sama. Motivasi yang di artikan sebagai suatu dorongan untuk bertindak mencapai tujuan
  juga dapat terwujud dalam bentuk perilaku. Perilaku juga dapat timbul karena emosi.
 Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi Berhubungan erat dengan keadaan jasmani,
 yang pada hakikatnya merupakan faktor keturunan. 

Faktor – Faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku dibedakan menjadi
  dua, yakni faktor intern dan ekstern.
  Faktor intern mencakup :
Pengetahuan segala sesuatu yang diketahui, semakin banyak pengetahuan yang di
  miliki maka semakin besar kemungkinan merubah suatu perilaku.

Kecerdasan mempengaruhi kita dalam berperilaku dimasyarakat.
Persepsi
Emosi luapan perasaan yang berkembang dan surut di waktu singkat. Contohnya
  kegembiraan, kesedihan, keharuan dan kecintaan.
Motivasi
Faktor intern tersebut berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar sedangkan
  faktor ekstern meliputi lingkungan sekitar baik fisik maupun non fisik, seperti :
Iklim
Manusia
Sosial ekonomi
Kebudayaan dan lain – lain.
Di lihat secara umum perilaku merupakan respon individu terhadap suatu stimulus 
 atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi
  dan tujuan baik di sadari maupun yang tidak di sadari.
Robert Kwick (1974) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan
  suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Dalam proses
  pembentukan atau perubahan perilaku di pengaruhi oleh beberapa faktor, baik
  faktor intern maupun ekstern demi tercapainya suatu tujuan hidup yang di
  inginkan. Karena perubahan perilaku memerlukan suatu proses belajar menuju
  kesempurnaan. Sehingga disini dapat kita lihat berdasarkan uraian dan
  penjelasannya perilaku sebuah kunci perubahan yang mempengaruhi daya pikir
  seseorang dalam berperilaku.
 



     
P


BANDURA

 ROLE-MODEL
         Kebanyakan perilaku seseorang adalah       kesan daripada pengaruh model.
        
      Ini terjadi melalui apa yang disebut dengan   Role-Model atau model peranan.
        
      Dua tempo model yang berpengaruh kepada             diri individu ;
                       - Tempo remaja
                       - Tempo krisis pertengahan usia (40 thn).
Pengaruh tingkah laku model terhadap tingkah laku peniru dibedakan menjadi 3 macam :
1.       Efek Modeling (Modeling Effect)
2.       Efek Menghambat (Inhibition Effect) dan    Menghapus Hambatan (Disinhibition)
3.       Efek Kemudahan (Facilitation Efeect)

Usulan Bandura dalam mengembangkan starategi proses pembelajaran :

1.       Analisis tingkah laku yang akan dijadikan model.

2.       Tetapkan fungsi nilai dari tingkah laku dan pilihlah tingkah laku tersebut    sebagai model.

3.       Pegembangan sekuen instruksional

4.       Implementasi pengajaran untuk menuntut proses kognitif dan motor skill.
 
Proses Kognitif
-           Tampilkan model.
-           Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membuat intisari atau summary.
-           Beri kesempatan pembelajar untuk    berpartisipasi secara aktif.
-           Beri kesempatan pembelajar untuk    membuat generalisasi ke berbagai situasi.
Motor Skill
-           Hadirkan model.
-           Beri kesempatan kepada tiap-tiap      pembelajar untuk latihan secara simbolik.
-           Beri kesempatan kepada pembelajar untuk latihan dengan umpan balik visual.
Dari uraian tentang teori belajar sosial, dapat disimpulkan sbb :
1. Belajar merupakan interaksi segitiga yang saling berpengaruh dan mengikat antara lingkungan, faktor-faktor personal dan tingkah laku yang meliputi proses-proses kognitif belajar

2. Komponen-komponen belajar terdiri dari tingkah laku, konsekuensi-konsekuensi terhadap model dan proses-proses kognitif pembelajar.

3.   Hasil belajar berupa kode-kode visual dan verbal yang yang mungkin dapat dimunculkan kembali atau tidak (Retrievel).

4. Dalam perencanaan pembelajaran skill yang kompleks, disamping pembelajaran-pembelajaran komponen-komponen skill itu sendiri, perlu ditumbuhkan ”Sense of efficacy dan self regulatory” pembelajar.

5. Dalam proses pembelajaran, pembelajar sebaiknya diberi kesempatan yang cukup untuk latihan secara mental sebelum latihan fisik, dan ”reinforcement” dan hindari punishment yang tidak perlu.
 



 
Benjamin Bloom (1908)

 seorang ahli psikologi pendidikan membagi perilaku kedalam 3 domain ( ranah / kawasan )   yaitu : 
n  Ranah kognitif ( cognitive domain )
n  Ranah afektif ( affective domain )
n  Ranah Psikomotor   ( psycomotor domain )
Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang             berisi perilaku-perilaku yang   menekankan    aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian,        dan keterampilan berpikir.

 Domain Kognitif meliputi:
          1.1 Pengetahuan (Knowledge)
           1.2 Pemahaman (Comprehension)
           1.3 Aplikasi (Application)
           1.4 Analisis (Analysis)
          1.5 Sintesis (Synthesis)
           1.6 Evaluasi (Evaluation)
Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan  aspek perasaan dan emosi,seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian             diri.

                        Domain Afektif meliputi  :       

            2.1 Penerimaan (Receiving/Attending)
            2.2 Tanggapan (Responding)
           2.3 Penghargaan (Valuing)
           2.4 Pengorganisasian Organization)
           2.5 Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai. (Characterization by a                                           Value or Value Complex) 
Psychomotor Domain (Ranah  Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan  aspek  keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan  mengoperasikan mesin.

Domain Psikomotor meliputi :
          o 3.1 Persepsi (Perception)
          o 3.2 Kesiapan (Set)
          o 3.3 Guided Response (Respon Terpimpin)
          o 3.4 Mekanisme (Mechanism)
          o 3.5 Repon Tampak yang Kompleks (Complex Overt Response)
          o 3.6 Penyesuaian (Adaptation)
          o 3.7 Penciptaan (Origination)
para ahli pendidikan tiga domain ini diukur dari :
 
l   Pengetahuan peserta didik terhadap materi pendidikan yang diberikan ( knowledge )
l   Sikap atau tanggapan peserta didik terhadap materi pendidikan ( attitude )
l   Praktek atau tindakan yang dilakukan oleh peserta didik sehubungan dengan materi pendidikan yang diterima ( practice )
  
Menurut Fishbein,
sikap adalah pengumpulan informasi tentang sasaran,objek,situasi atau pengalaman dalam kecenderungan untuk melakukan perbuatan positif atau negatif terhadap beberapa objek.

ciri-ciri:

         1.Setiap kata memiliki arti tersendiri sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman dalam memprediksikan suatu tindakan.
          
         2.Memproses informasi dengan cara sistematis sehingga akan membentuk sebuah pengertian dan argumentasi(pendapat)

proses:


         Pandangan Fishbein pada sikap dapat dipecahkan kedalam 3 teorinya:
          
1.Teori pengintegrasian dan informasi,yang memusatkan bagaimana kita menghimpun dan mengorganisir informasi.
2.Teori detik,teori penilaian dari suatu harapan.
3.Teori tindakan beralasan,tindakan yang mana seseorang percaya kepada kita apabila tindakan kita masuk akal dan berdasarkan evaluasi informasi yang sistematis.

         Fishbein memberi kita suatu definisi perilaku dan sikap sehingga menghindari kerancuan tentang teori yang lampau.
          
         Fishbein menetapkan dasar studi perilaku dan sikap yang seragam.
          
Fishbein mencari-cari suatu cara untuk tidak hanya memprediksikan perilaku seseorang,tetapi untuk memahami hubungannya dengan sikap.

Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau aktifitas organisme yang bersangkutan. Pada hakikatnya perilku manusia adalah suatu aktifitas dari manusia itu sendiri. Sehingga perilaku mempunyai bentang yang sangat luas, mencakup : berjalan, berbicara, berinyeraksi, berpakaian, dll. Bahkan kegiatan internal (internal activity) seperti berpikir, berpersepsi, dan emosi juga merupakan perilaku manusia. Untuk kepentingan analisa dapat dikatakan, bahwa perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung  ataupun tidak langsung.
 
Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau aktifitas organisme yang bersangkutan. Pada hakikatnya perilku manusia adalah suatu aktifitas dari manusia itu sendiri. Sehingga perilaku mempunyai bentang yang sangat luas, mencakup : berjalan, berbicara, berinyeraksi, berpakaian, dll. Bahkan kegiatan internal (internal activity) seperti berpikir, berpersepsi, dan emosi juga merupakan perilaku manusia. Untuk kepentingan analisa dapat dikatakan, bahwa perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung  ataupun tidak langsung.
 
Hochbaum mengeluarkan pendapat tentang perubahan perilaku. Yang dikenal dengan teori ”Health belief Model” (1958). Teori health belief model dikembangkan pada tahun 1950an dan atas partisipasi masyarakat pada program dideteksi dini tuberculosis. Analisis terhadap berbagai faktor yang mempengaruhui partisipasi masyarakat pada program tersebut kemudian dikembangkan sebagai model perilaku health belief model didasarkan atas
n   

 Berdasarkan 3 faktor esensial
 
n  Kesiapakan individu untuk mengubah perilakunya dalam rangka menghindari suatu penyakit atau memperkecil resiko kesehatan.
n  Adanya dorongan dalam lingkungan indivudu yang membuatnya merubah perilak
n   Perilaku itu sendiri
 Dengan teori health belief model juga menyebutkan seseorang itu akan berprilaku tergantung dari :
n  Percaya bahwa mereka rentan terhadap masalah kesehatan tertentu.
n  Menganggap bahwa suatu masala itu serius.
n  Meyakini efektifitas tujuan pengobatan dan pencegahan.
n  Tidak mahal.
n  Menerima anjuran untuk mengambil tindakan kesehatan. 
Contoh   
Pada seseorang yang merasakan dirinya tidak enak badan maka ia harus siap untuk merubah perilakunya agar penyakit itu tidak semakin berbahaya, dengan mendapat dorongan pula dari lingkungan sekitarnya lalu timbullah rasa yakin dalam dirinya yang kemudian akan marubah perilaku mereka.









Menurut Katz (1960)
 perilaku dilatarbelakangi oleh kebutuhan individu yang bersangkutan. Teori ini berdasarkan anggapan bahwa perubahan perilaku individual itu tergantung kepada keutuhan, Hal ini berarti bahwa stimulus yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku seseorang apabila stimulus tersebut dapat dimengerti dalam konteks kebutuhan orang tersebut. Katz berasumsi bahwa:
 
1. Perilaku itu memiliki fungsi instrumental                                                              
2.Perilaku berfungsi sebagai penerima objek dan memberikan arti   
3.Perilaku dapat berfungsi sebagai ’defence macanism’ atau sebagai pertahanan diri
    dalam manghadapi lingkungannya
4.Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif daridiri seseorang dalam menjawab suatu situasi.
             
Teori ini berkeyakinan bahwa perilaku itu mempunyai fungsi untuk menghadapi dunia luar individu, dan senantiasa menyesuaikan diri dengan lingkungannnya menurut kebutuhannnya. Oleh sebab itu, didalam kehidupan manusia, perilaku itu tampak terus-menerus dan berubah secara relatif.


  KELMAN

Teori pengaruh Sosial Kelman mensyaratkan bahwa pelekatan psikologis (untuk prilaku tertentu) adalah konstruk dari kepentingan. Oleh karena itu, komitmen pemakai digunakan sebagai pelekatan psikologis untuk penggunaan sistem. Elemen-elemen perwujudannya berupa internalisasi (internalization), identifikasi (identifikation), dan kepatuhan (compliance) yang merujuk ke komitmen berbeda

Bahwa teori kelman tentang perubahan perilaku dapat terjadi akibat pengaruh Sosial. Elemen-elemen perwujudannya melalui internalisasi (internalization), identifikasi (identifikation), dan kepatuhan (complience) yang merujuk ke komitmen berbeda.

 Kurt Lewin
lahir pada tanggal 9 September 1890 disuatu desa kecil di Pursia, daerah dosen. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran, tetapi ia segera melepaskan idenya ini dan setelah satu semester belajar psikologi pada universitas di sana. Setelah meraih gelar doktornya pada tahun 1914, Lewin bertugas di ketentaraan Jerman selama empat tahun. Pada akhir perang ia kembali ke Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada lembaga Psikologi.

Kurt Lewin (1970) berpendapat bahwa perilaku manusia itu adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan penahan (restrining forces). Perilaku itu dapat berubah apabila terjadi ketidak seimbangan antata kedua kekuatan tersebut di dalam diri seseorang.
 Ciri ciri utama dari teori Kurt Lewin
n  Tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi.
n  Analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian-bagian komponennya dipisahkan.
n  Orang yang konkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis. 

 
n  perilaku manusia itu adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan penahan (restrining forces). Perilaku itu dapat berubah apabila terjadi ketidak seimbangan antata kedua kekuatan tersebut di dalam diri seseorang.
n    Ciri ciri utama dari teori Kurt Lewin:
·         Tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi.
·         Analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian-bagian komponennya dipisahkan.
·         Orang yang konkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis.





Menurut Miller dan Dollard
 
Teori belajar sosial dan tiruan
                Berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu merupakan hasil belajar.Untuk memahami tingkah laku sosial dan proses belajar sosial,kita harus mengetahui prinsip-prinsip psikologi belajar.Prinsip belajar ini terdiri dari 4 unsur,yakni:Dorongan(drive),isyarat(cue),tingkah laku balas(respon),dan ganjaran (reward).
DORONGAN adalah rangsangan yang sangat kuat terhadap organisme(manusia) untuk bertingkah laku.          Menurut Miller dan Dollard semua tingkah laku didasari oleh dorongan primer.
ISYARAT  adalah Rangsangan yang menentukan “bila” dan “dimana” sutu respon akan timbul dan terjadi.Didalam belajar sosial isyarat yang terpenting adalah tingkah laku orang lain baik yang langsung ditujukan kepada orang tertentu ataupun yang tidak,misalnya:Anggukan kepala.
GANJARAN adalah Rangsangan yang menetapkan apakah tingkah laku balas diulang apa tidak dalam kesempatan yang lain.
            Menurut Miller dan Dollard ada 2 reward atau ganjaran,yakni:Ganjaran primer yang memenuhi dorongan –dorongan primer dan ganjaran sekunder yang memenuhi dorongan-dorongan primer.
Tingkah laku  tiruan dibedakan menjadi 3 macam mekanisme:
  1. Tingkah laku sama(same behavior)
  2. Tingkah laku tergantung(matched dependent behavior)
  3. Tingkah laku salinan(copying behavior)




Mc Guire

Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respon seseorang (organisme ) terhadap stimulus yang berkaitan dengan saki dan penyakit.sistem pelayanan kesehatan,makanan,serta lingkungan. Batasan ini mempunyai dua unsur pokok, yakni respon dan stimulus atau perangsangan. Respons atau reaksi manusia, baik bersifat pasif(pengetahuan,persepsi dan sikap),maupun bersifat aktif(tindakan yang nyata atau praktice).Sedangkan stimulus atau rangsangan disini terdiri 4 unsur pokok,yakni : Sakit dan penyakit, Sistem pelayanan dan lingkungan. Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Jadi perilaku manusia pada hakekatnya adalah suatu aktivitas dari manusia itu sendiri.
         
         Presentasi (paparan)
Pertama. Si Penerima pesan harus di beri penjelasan dengan memaparkan pesan yang ingin disampaikan dengan persuasive / meyakinkan
          Attention (perhatian atau minat)
Penerima pesan harus mempunyai minat agar memperhatikan pesan yang   di berikan sehingga  menghasilkan perubahan prilaku
          Yielding (hasil)
Penerima pesan harus menerima atau menyetujui isi pesan yang telah di sampaikan dan telah ia pahami Sehingga diharapkan ditemukan perubahan sikap pada si penerima pesan.
         Retention (Ingatan )
Penerima pesan harus mempertahankan atau menyimpan di memorinya tentang pesan yang di sampaikan, yang ditunjukan dengan adanya  perubahan perilaku . perubahan ini  tetap terjaga dalam  jangka waktu lama.
         Behavior (perubahan Prilaku)
Perubuhan perilaku pada si penerima atas dasar kesadaran pemikiran mereka.
Mc Guiere (1968) menyebutkan komponen-komponen yang terlibat ,yaitu :
         Karakter dari pribadi itu sendiri dalam berkomunikasi dapat mempengaruhi perubahan sikap .
         Cara berfikir, Karakteristik dari kepribadian  itu berpikir positif  pada pesan yang di sampaikan atau cenderung berfikir  negatif dengan hasil dari pesan yang di sampaikan.
         Prinsip dalam menimbang, lingkungan dan berbagai hasil dari pesan yang di sampaikan.
12 komponen yang mempengaruhi perubahan sikap (Mc Guire 1989), yaitu:
         1. pemaparan pada komunkasi
         2. Penyajian komunikasi
         3. Daya tarik komunikasi
         4. Makna komunikasi
         5. Pesan komuikasi
         6. Arah Komunikasi (Perubahan sikap)
         7. Penyimpanan atau persetujuan
         8. Pencarian informasi dan perolehan kembali
         9. Memutuskan
         10.Tindakan yang sesuai dengan persetujuan
         11.Penguatan dari tindakan yang di inginkan
         12.Post behavioral
Saparinah Sadli ( 1982 )
menggambarkan individu dengan lingkungan sosial yang saling mempengaruhi di dalam suatu diagram sebagai berikut :
n  Perilaku  kesehatan individu ; sikap dan kebiasaan individu yang erat kaitanya dengan lingkungan.
n  Lingkungan keluarga ; kebisaan-kebiasaan tiap anggota keluarga mengenai kesehatan.
n  Lingkungan terbatas ; tradisi, adat istiadat dan kepercayaan masyarakat sehubungan dengan kesehatan.
n  Lingkungan umun ; kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang kesehatan, undang- undang kesehatan, program-program kesehatan dan sebagainya.
Sejak individu lahir terkait di dalam suatu kelompok, terutama kelompo keluarga,. Dalam keterkaitanya dengan kelompok ini membuka kemungkinan untuk dipengaruhi dan mempengaruhi anggota-anggota kelompok lain.oleh pada setiap kelompok senantiasa berlaku aturan-aturan dan norma-norma sosial tertentu, maka perilaku tiap individu anggota kelompok berlangsung di dalam suatu jaringan normatif. Demikian pula perilaku individu tersebut terhadap masala-masalah kesehatan.

Saparinah Sadli ( 1982 ) menggambarkan individu dengan lingkungan sosial yang saling mempengaruhi. Yaitu :
n  Perilaku kesehatan individu; sikap dan kebiasaan individu yang erat kaitanya dengan lingkungan.
n  Lingkungan keluarga; kebiasaan-kebiasaan tiap aanggota keluarga mengenai kesehatan.
n  Lingkungan terbatas; tradisi adat istiadat dan kepercayaan masyarakat sehubungan dengan kesehatan.
n  Lingkungan umum; kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang kesehatan, undang-undang kesehatan, program-program kesehatan dan sebagainya.

Skinner (1938)
seorang ahli perilaku mengemukakan bahwa perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan tanggapan (respon) dan respons. Ia membedakan adanya 2 respons, yakni :
a. Respondent Respons atau Reflexive Respons
          Adalah respons yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan tertentu. Perangsangan-perangsangan semacam ini disebut eliciting stimuli karena menimbulkan respons-respons yang relatif tetap, misalnya makanan lezat menimbulkan keluarnya air liur, cahaya yang kuat akan menyebabkan mata tertutup, dan sebagainya.
b. Operant Respons atau Instrumental Respons
    Adalah respons yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang tertentu. Perangsang semacam ini disebut reinforcing stimuli atau reinforcer karena perangsangan-perangsangan tersebut memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme.
Prosedur Pembentukan Perilaku
a. Melakukan identifikasi tentang hal-hal yang merupakan penguat atau reinforcer berupa hadiah-hadiah atau rewards bagi perilaku yang akan dibentuk.
b. Melakukan analisis untuk mengidentifikasi komponen-komponen kecil yang  membentuk perilaku yang dikehendaki. Kemudian komponen-komponen tersebut disusun dalam urutan yang tepat untuk menuju kepada     terbentuknya perilaku yang dimaksud.
c. Dengan menggunakan secara urut komponen-komponen itu sebagai tujuan- tujuan sementara, mengidentifikasi reinforcer atau hadiah untuk masing-masing komponen tersebut.
d. Melakukan pembentukan perilaku dengan menggunakan urutan komponen yang telah tersusun itu. Apabila komponen pertama telah dilakukan maka hadiahnya diberikan. Hal ini akan mengakibatkan komponen atau perilaku (tindakan) tersebut cenderung akan sering dilakukan. Kalau perilaku ini sudah terbentuk kemudian dilakukan komponen (perilaku) yang kedua, diberi hadiah (komponen pertama tidak memerlukan hadiah lagi), demikian berulang-ulang sampai komponen kedua terbentuk. Setelah itu dilanjutkan dengan komponen ketiga, keempat, dan selanjutnya sampai seluruh perilaku yang diharapkan terbentuk.

 Sebagai ilustrasi, misalnya dikehendaki agar anak mempunyai kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur. Untuk berperilaku seperti ini maka anak tersebut harus :
a. Pergi ke kamar mandi sebelum tidur.
b. Mengambil sikat dan odol.
c. Mengambil air dan berkumur.
d. Melaksanakan gosok gigi.
e. Menyimpan sikat gigi dan odol.
f. Pergi ke kamar tidur.

Kalau dapat diidentifikasi hadiah-hadiah (tidak berupa uang) bagi masing-masing komponen perilaku tersebut (komponen a-e) maka akan dapat dilakukan pembentukan kebiasaan tersebut. Contoh tersebut di atas adalah suatu penyederhanaan prosedur pembentukan perilaku melalui operant conditioning.
Didalam kenyataannya prosedur ini banyak dan bervariasi sekali dan lebih kompleks dari contoh tersebut diatas. Teori Skinner ini sangat besar pengaruhnya terutama di Amerika Serikat. Konsep-konsep behaviour control, behaviour theraphy dan behaviour modification yang dewasa ini berkembang adalah
Menurut Rogers (1974)
,Sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru),didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan,yakni : bersumber pada teori ini.
a.Awareness (kesadaran),Mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (objek).
b.Interest
(merasa tertarik terhadap stimulus tersebut.
c.Evaluation (menimbang-nimbang) terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut.
d.Trial, Mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus.
e.Adoption dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.
Pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat, yakni:

1. Tahu (know)
Tahu artinya mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Tahu adalah tingkat pengetahuan yang paling rendah.

2. Memahami (comprehension)
Memahami artinya suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar.
4.      Aplikasi (Application)
Aplikasi artinya kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real/sebenarnya.

4. Analisis (Analysis)
Analisis adalah kemampuan menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tletapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain.

5. Sintesis (Synthesisi)
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

6.Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi berkaitan dengan kemampaun untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi.


WHO


Bentuk – bentuk perubahan perilaku menurut WHO dikelompokkan menjadi 3 ,yaitu :
1.      Perubahan Alamiah ( Natural Change )
      = Disebabkan oleh kejadian alamiah, yaitu bila tejadi perubahan lingkungan fisik atau sosial budaya dan ekonomi , maka anggota masyarakatnya juga akan mengalami perubahan.
2 . Perubahan Rencana ( Planned Change )
     = Direncanakan oleh subjek atau seseorang
3. Kesediaan Untuk Berubah ( Readiness To Change )
             = Datangnya inovasi baru dapat diterima dengan cepat namun ada juga yang lambat dikarenakan kesediaan orang untuk berubah yang berbeda-beda.

Bentuk Strategi Untuk Memperoleh Perubahan Perilaku Menurut WHO juga dikelompokkan menjadi 3 , yaitu :
1. Menggunakan kekuatan / kekuasaan atau dorongan
           * Sifatnya dipaksakan kepada sasaran atau masyarakat          sehingga mau melakukan.
2. Pemberian informasi
                        * Meningkatkan pengetahuan masyarakat agar timbul                       kesadaran dan akhirnya mau melakukan.
3. Diskusi dan partisipasi
                        * Pengembangan dari strategi 1 & 2 , dimana informasi- informasi tentang kesehatan tidak hanya bersifat searah saja tetapi dua arah.
kesimpulan
  Dalam proses perubahan prilaku seseorang, WHO memiliki 3 poin penting yang merupakan jenis perubahan dari prilaku manusia. Perubahan tersebut diantaranya perubahan alamiah (natural change), perubahan rencana (planned change), dan kesediaan dari manusia itu sendiri untuk berubah (readiness to change). Selain itu WHO juga memberikan strategi yang dapat mempengaruhi perubahan prilaku, diantaranya menggunakan kekuatan/kekuasaan/ dorongan ;bersifat memaksa, memberikan informasi; bersifat persuasi sehingga timbul kesadaran dari masing masing individu, serta diskusi&partisipasi ; bersifat menyamakan persepsi sehingga tercapainya tujuan yaitu dengan indikasi terjadinya perubahan prilaku yang positif.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar